REVITALISASI SEMANGAT REFORMASI MELALUI AJARAN PRIESTHOOD OF ALL BELIEVERS YANG TERLUPAKAN
Abstrak
Revitalisasi semangat Reformasi merupakan bentuk upaya yang dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dasar yang pernah ditekankan oleh para Reformator gereja pada abad ke-16, terutama tokoh Reformator yang bernama Martin Luther. Salah satu ajaran penting yang menjadi dasar gerakan Reformasi ini adalah mengenai ajaran Priesthood of All Believers atau Imamat Semua Orang Percaya, yang dimana ajaran ini menegaskan bahwa setiap orang beriman memiliki akses langsung kepada Allah melalui Yesus Kristus dan bertanggung jawab untuk melayani-Nya. Namun dalam kenyataannya, semangat ini kini mulai memudar karena praktik gereja modern cenderung kembali menonjolkan pola hierarkis yang membuat jemaat menjadi kurang terlibat aktif dalam kehidupan bergereja, lemah dalam pemahaman teologis, dan minimnya pemahaman praktis megenai Priesthood of All Believers. Berangkat dari permasalahan ini, tulisan ini berupaya meninjau kembali ajaran Priesthood of All Believers dalam terang semangat Reformasi untuk menemukan kembali makna dan penerapannya bagi kehidupan gereja masa kini. Sebagai langkah revitalisasi terhadap persoalan ini adalah adalah gereja perlu memperkuat pemahaman Alkitab berdasarkan prinsip Sola Scriptura, menata ulang struktur pelayanan yang lebih partisipatif, serta mengembangkan pembinaan rohani secara kontekstual. Dengan demikian, gereja dapat kembali menghidupi semangat Reformasi yang sejati serta menjadi komunitas imam Allah yang setara aktif, dan melayani sesuai panggilan Kristus.
Sitasi (APA)
Otonius Buaya (2025). REVITALISASI SEMANGAT REFORMASI MELALUI AJARAN PRIESTHOOD OF ALL BELIEVERS YANG TERLUPAKAN [Artikel]. Sekolah Tinggi Teologi Salem Malang.